Jumat, 26 Mei 2017

The Chamber: Kamar Gas (Bagian 4)

 The Chamber: Kamar Gas

Clovis, yang sekarang mewakili kedua terdakwa, berdebat dengan sukses untuk mendapatkan pemindahan tempat sidang, dan pada tanggal 4 September 1967, sidang dimulai di Nettles County, dua ratus mil dari Greenville. Pengadilan itu berubah jadi sirkus.

Klan mendirikan pangkalan di halaman depan gedung pengadilan dan menampilkan pawai riuh rendah hampir setiap saat. Mereka mengirim anggota-anggota Klan dari berbagai negara bagian lain, bahkan punya daftar pembicara tamu. Sam Cayhall dan Jeremiah Dogan digunakan sebagai simbol supremasi kaum kulit putih, dan nama mereka diteriakkan ribuan kali oleh penyanjung mereka yang berkerudung.

Pers mengawasi dan menunggu. Ruang sidang dipenuhi wartawan dan reporter, yang kurang beruntung terpaksa menunggu di bawah naungan pepohonan di halaman depan. Mereka mengawasi orang-orang Klan dan mendengarkan pidato-pidato, dan makin banyak mereka menyaksikan dan memotret, makin panjanglah pidato-pidato tersebut.

Di dalam ruang sidang, segalanya berjalan mulus bagi Cayhall dan Dogan. Brazelton menunjukkan kepiawaiannya dan menempatkan dua belas patriot—menurut istilahnya—duduk sebagai juri, lalu mulai mengorek lubang yang cukup penting dalam dakwaan.

Yang paling penting, bukti-buktinya merupakan bukti tak langsung—tak seorang pun benar-benar melihat Sam Cayhall menanam bom tersebut. Clovis mengkhotbahkan hal ini dengan keras dalam pernyataan pembukaannya. Ia menegaskan bahwa Cayhall memang bekerja untuk Dogan yang mengirimnya ke Greenville untuk suatu urusan, dan kebetulan saja berada di dekat kantor Kramer pada saat yang paling tak menguntungkan. Clovis nyaris menangis ketika memikirkan dua anak kecil yang tak ternilai itu.

Sumbu dinamit di dalam bagasi itu mungkin ditinggalkan di sana oleh pemilik sebelumnya, Mr. Carson Jenkins, seorang kontraktor penguruk tanah dari Meridian. Mr. Carson Jenkins memberikan kesaksian bahwa ia selalu memakai dinamit dalam pekerjaannya, dan jelas ia meninggalkan sumbu itu dalam bagasi ketika menjual mobil tersebut kepada Dogan. Mr. Carson Jenkins guru sekolah minggu, seorang laki-laki kecil yang pendiam, pekerja keras, dan sepenuhnya dapat dipercaya. Ia pun anggota Ku Klux Klan, namun FBI tidak mengetahuinya. Clovis menyusun kesaksian ini tanpa cacat.

Fakta bahwa mobil Cayhall ditinggalkan di pangkalan truk di Cleveland tak pernah ditemukan polisi atau FBI. Ketika pertama kali menelepon dari penjara, ia sudah memerintahkan istrinya untuk membawa putranya, Eddie Cayhall, dan segera pergi ke Cleveland mengambil mobil itu. Ini sepotong keberuntungan yang penting bagi pembelaan.

Tetapi dalih paling kuat yang dikemukakan Clovis Brazelton adalah fakta bahwa tak seorang pun bisa membuktikan kliennya bersekongkol untuk melakukan sesuatu, dan bagaimana bisa kalian, juri Nettles County, mengirim dua laki-laki ini menuju kematian?

Sesudah empat hari bersidang, Dewan Juri mengundurkan diri untuk berunding menentukan keputusan. Clovis menjamin keputusan bebas untuk kliennya. Jaksa nyaris yakin akan mendapatkan keputusan bebas. Orang-orang Klan mencium bau kemenangan dan meningkatkan tempo di halaman depan.

Ternyata tak ada pembebasan dan tak ada pidana. Dengan hebat dua anggota juri dengan berani menghunjamkan kaki dan mendesak untuk menjatuhkan pidana. Sesudah berunding selama satu setengah hari, Dewan Juri melapor kepada Hakim bahwa mereka menghadapi jalan buntu. Sidang dinyatakan batal dan Sam Cayhall untuk pertama kalinya pulang ke rumah setelah lima bulan.

Sidang ulang diadakan enam bulan kemudian di Wilson County, daerah pedesaan lain empat jam dari Greenville dan terletak seratus mil dari tempat sidang pertama. Ada keluhan-keluhan bahwa dalam sidang pertama, Klan telah melakukan tekanan kepada para calon juri, maka sang Hakim, karena alasan-alasan yang tak pernah dijelaskan, memindahkan tempat sidang ke suatu daerah yang penuh dengan orang-orang Ku Klux Klan dan pendukung mereka.

Sekali lagi Dewan Juri sepenuhnya terdiri atas orang-orang kulit putih, dan sudah tentu bukan Yahudi. Clovis menceritakan kisah yang sama dengan tekanan-tekanan yang sama. Mr. Carson Jenkins menceritakan kebohongan yang sama. Strategi tuntutan diubah sedikit, tapi sia-sia.

Jaksa Penuntut mencabut tuduhan pembunuhan berencana dan mendesakkan pidana karena pembunuhan saja. Tak ada hukuman mati, dan kalau dikehendaki, Dewan Juri bisa menetapkan Cayhall dan Dogan bersalah melakukan pembunuhan tak disengaja. Tuduhan ini jauh lebih ringan, tapi yang penting ada keputusan bersalah.

Ada sesuatu yang baru dalam sidang kedua ini. Marvin Kramer duduk di kursi roda di deretan depan dan menatap tajam kepada para juri selama tiga hari. Ruth mencoba menyaksikan sidang pertama, tapi harus pulang ke Greenville dan dirumahksakitkan kembali karena masalah emosional. Sejak pengeboman itu, Marvin keluar-masuk kamar bedah, dan para dokter tidak mengizinkannya menyaksikan pertunjukan di Nettles County.

Kebanyakan para juri tidak tahan memandangnya. Mereka menghindarkan pandangan ke arah penonton dan mencurahkan perhatian besar kepada para saksi. Tapi seorang wanita muda, Sharon Culpepper, ibu dari dua anak kembar, tak bisa menahan diri. Ia melirik Marvin berulang-ulang dan beberapa kali mata mereka bertemu. Dengan matanya Marvin memohon keadilan.

Sharon Culpepper adalah satu-satunya di antara dua belas juri yang sejak semula memberikan suara untuk menjatuhkan pidana. Selama dua hari ia dianiaya secara verbal dan dikuliahi rekan-rekannya. Mereka mengejeknya dan membuatnya menangis, namun ia bertahan teguh.

Sidang kedua berakhir tanpa keputusan bulat dari juri, dengan suara sebelas lawan satu. Hakim mengumumkan pembatalan sidang dan mengirim pulang setiap orang. Marvin Kramer kembali ke Greenville, lalu ke Memphis untuk dioperasi lagi. Clovis Brazelton membiarkan pers menyorotnya. Jaksa Penuntut tidak menjanjikan sidang baru.

Sam Cayhall diam-diam kembali ke Clanton dan bersumpah tak mau berurusan lagi dengan Jeremiah Dogan. Sang Imperial Wizard sendiri kembali dengan penuh kemenangan ke Meridian. Di sana ia membual kepada orang-orangnya bahwa pertempuran membela supremasi kulit putih baru saja dimulai, kebaikan telah mengalahkan kejahatan dan seterusnya, dan seterusnya.

Nama Wedge hanya disebut satu kali. Saat istirahat makan siang pada sidang kedua, Dogan berbisik kepada Cayhall bahwa ada pesan dari bocah itu. Pembawa pesannya orang tak dikenal yang bicara dengan istri Dogan di gang di luar ruang sidang. Pesannya cukup jelas dan sederhana. Wedge ada di dekat situ, di dalam hutan mengawasi sidang, dan apabila Dogan atau Cayhall menyebut namanya, rumah dan keluarga mereka akan dibom sampai ke neraka.

~ 4 ~

Ruth dan Marvin Kramer bercerai pada tahun 1970. Marvin dimasukkan ke sebuah rumah sakit jiwa akhir tahun itu, dan bunuh diri pada tahun 1971. Ruth kembali ke Memphis dan tinggal bersama orangtuanya. Meskipun tertimpa masalah, mereka mendesak keras agar diadakan sidang ketiga. Kenyataannya masyarakat Yahudi di Greenville sangat geram dan vokal ketika jelas bahwa sang Jaksa Penuntut bosan menderita kekalahan dan kehilangan antusiasme untuk menuntut Cayhall dan Dogan.

Marvin dikuburkan di samping kedua anaknya. Sebuah taman baru dibangun untuk mengenang Josh dan John Kramer, dan diadakan pemberian beasiswa untuk menghormati mereka. Dengan lewatnya waktu, tragedi kematian mereka mulai memudar. Tahun-tahun berlalu, dan Greenville makin sedikit membicarakan pengeboman tersebut.

Meskipun ada tekanan dari FBI, sidang ketiga tidak terlaksana. Tak ada bukti-bukti baru. Hakim tak diragukan lagi akan memindahkan tempat sidang. Tuntutan tampaknya sia-sia, namun FBI tidak menyerah.

***

Karena Cayhall tak bersedia dan Wedge tidak muncul, kegiatan pengeboman Dogan jadi terhambat. Ia masih memakai jubah dan memberikan pidato, dan mulai membayangkan dirinya sebagai kekuatan politik besar. Para jurnalis dari wilayah Utara tertarik dengan kecemburuan rasialnya yang terang-terangan, dan ia selalu bersedia memakai kerudungnya dan memberikan wawancara kasar. Selama beberapa waktu ia jadi sedikit terkenal, dan ia sangat menikmatinya.

Namun pada akhir dasawarsa tujuh puluhan, Jeremiah Dogan hanya seorang bajingan berjubah dalam organisasi yang merosot pesat. Orang-orang kulit hitam memberikan suara dalam pemilu. Sekolah-sekolah negeri dibaurkan. Tembok penghalang rasial dihancurkan hakim-hakim federal di seluruh wilayah Selatan. Hak-hak sipil telah berlaku di Mississippi, dan Ku Klux Klan secara menyedihkan terbukti tak pantas menahan orang-orang Negro tetap di tempat mereka. Dogan tak mampu menarik lalat sekali pun untuk menghadiri pembakaran salib.

Pada tahun 1979, dua peristiwa penting terjadi dalam kasus pengeboman Kramer yang masih terbuka tapi tidak aktif. Yang pertama adalah dipilihnya David McAllister sebagai jaksa penuntut di Greenville. Pada umur 27 tahun ia menjadi jaksa termuda dalam sejarah negara bagian itu. Semasa remaja ia pernah berdiri di tengah kerumunan orang banyak, menyaksikan FBI memunguti kepingan-kepingan puing reruntuhan kantor Marvin Kramer. Tak lama sesudah terpilih, ia bersumpah akan menyeret para teroris itu ke pengadilan.

Peristiwa kedua adalah dituntutnya Jeremiah Dogan karena menghindari pajak pendapatan. Setelah bertahun-tahun berkelit dengan sukses dari FBI, Dogan jadi sembrono dan melakukan kekeliruan terhadap IRS. Penyelidikannya berlangsung delapan bulan dan menghasilkan surat dakwaan sepanjang tiga puluh halaman. Menurut dakwaan itu, Dogan tidak melaporkan penghasilan sebanyak seratus ribu dolar antara tahun 1974 sampai 1978. Dakwaan itu menyebutkan 86 pelanggaran yang diancam dengan hukuman penjara maksimum 28 tahun.

Dogan jelas bersalah, dan pengacaranya (bukan Clovis Brazelton) langsung mulai menyelidiki kemungkinan melakukan plea bargain, tawar-menawar masa hukuman. FBI masuk.

Sesudah perundingan panas dan penuh kegusaran dengan Dogan dan pengacaranya, Pemerintah menawarkan kesepakatan dengan syarat Dogan akan memberikan kesaksian terhadap Sam Cayhall dalam kasus Kramer, dan sebagai imbalan ia tak perlu masuk penjara karena menghindari pajak. Nol hari di balik jeruji. Masa percobaan dan denda berat, tapi tidak masuk penjara.

Sudah sepuluh tahun lebih Dogan tak pernah bicara dengan Cayhall. Dogan tidak lagi aktif dalam Klan. Ada banyak alasan untuk mempertimbangkan kesepakatan ini, dan alasan terpenting adalah apakah ia akan tetap jadi orang bebas atau akan mendekam selama satu atau dua dasawarsa di dalam penjara.

Untuk melecutnya, IRS menyita segala asetnya dan merencanakan lelang kecil. Dan untuk membantunya mencapai keputusan, David McAllister meyakinkan grand jury di Greenville untuk sekali lagi menjatuhkan dakwaan kepadanya dan sobatnya Cayhall atas pengeboman Kramer.

Dogan runtuh dan menerkam kesepakatan itu.

~ 5 ~

Sesudah dua belas tahun hidup tenang di Ford County, Sam Cayhall ternyata dijatuhi dakwaan, ditahan, dan akan menghadapi sidang pengadilan serta kemungkinan masuk ke kamar gas. Ia terpaksa menggadaikan ramah dan tanah pertanian kecilnya untuk menyewa pengacara. Clovis Brazelton sudah pergi memburu perkara-perkara yang lebih besar, dan Dogan bukan lagi sekutunya.

Banyak yang telah berubah di Mississippi setelah dua sidang pertama. Orang-orang kulit hitam dalam jumlah besar tercatat sebagai pemilih dalam pemilu, dan pemilih-pemilih baru ini memilih petugas-petugas kulit hitam. Dewan juri yang semuanya kulit putih sudah langka. Negara bagian itu punya dua hakim kulit hitam, dua sheriff kulit hitam, dan pengacara-pengacara kulit hitam yang berkeliaran bersama rekan kulit putih mereka di lorong-lorong gedung pengadilan.

Secara resmi, pemisahan menurut warna kulit sudah berakhir, dan banyak warga kulit putih Mississippi mulai bertanya-tanya untuk apa segala kericuhan dahulu itu. Mengapa ada begitu banyak penentangan terhadap hak-hak yang asasi bagi semua orang? Meskipun masih jauh dari ideal, Mississippi tahun 1980 sangat jauh berbeda dari Mississippi 1967. Dan Sam Cayhall memahami hal ini.

Ia menyewa seorang pengacara terampil dari Memphis, bernama Benjamin Keyes. Taktik pertama mereka adalah berusaha mencabut gugatan, dengan alasan tidak adil mengadilinya lagi sesudah penundaan demikian lama. Alasan ini terbukti persuasif, dan untuk menyelesaikan persoalan ini, Mahkamah Agung Mississippi perlu mengambil keputusan. Dengan suara enam lawan tiga, Mahkamah memutuskan sidang pengadilan itu bisa diteruskan.

Dan berjalanlah sidang itu. Sidang Sam Cayhall yang ketiga dan terakhir itu dimulai pada bulan Februari 1981, di dalam gedung pengadilan kecil yang dingin di Lakehead County, sebuah county perbukitan di sudut timur laut negara bagian itu.

Banyak yang bisa diceritakan tentang sidang itu. Di sana ada seorang jaksa muda, David McAllister, yang tampil cemerlang tapi punya kebiasaan menjengkelkan menghabiskan seluruh waktu luangnya dengan pers. Ia tampan, pandai bicara, dan penyabar, serta sangat jelas tertihat, sidang ini punya suatu maksud. Mr. McAllister punya ambisi politik dengan skala raksasa.

Ada dewan juri beranggotakan delapan orang kulit putih dan empat kulit hitam. Ada sampel kaca, sumbu, laporan-laporan FBI, dan semua foto dan barang bukti lain dari dua sidang pertama.

Dan kemudian ada kesaksian dari Jeremiah Dogan, yang tampil di tempat saksi dalam pakaian kerja denim. Dengan roman bersahaja ia menjelaskan secara serius kepada Juri bagaimana ia bersekongkol dengan Sam Cayhall yang duduk di sana untuk mengebom kantor Mr. Kramer. Sam menatapnya berapi-api dan menyerap setiap patah kata, tapi Dogan memalingkan wajah. Pengacara Sam mencacinya setengah hari penuh dan memaksanya mengaku telah membuat kesepakatan dengan Pemerintah. Namun kerusakan sudah terjadi.

Tak ada gunanya mengangkat masalah Rollie Wedge dalam pembelaan Sam Cayhall. Melakukan hal itu berarti mengakui Sam benar-benar berada di Greenville dengan bom tersebut. Sam akan dipaksa mengakui menjadi pembantu pelaku kejahatan, dan di bawah undang-undang ia pun sama bersalahnya seperti orang yang memasang dinamit itu. Dan untuk menyajikan skenario ini, Sam akan terpaksa memberikan kesaksian, sesuatu yang tak dikehendakinya maupun pengacaranya. Sam tak akan sanggup menghadapi pemeriksaan silang yang berat, sebab ia akan terpaksa menceritakan kebohongan demi kebohongan.

Baca lanjutannya: 
The Chamber: Kamar Gas (Bagian 5)

Mari membaca, mari belajar, mari menjadi pintar.